Monday, March 18, 2013

Jamrud - Pelangi di Matamu, covered by Milka Lea


First video of me covering a song!
And I made so many mistakes here.
But I just wish that u guys would enjoy this one, somehow.

Have a nice day!

Loves,
Lea.

Tuesday, February 19, 2013

99 SHOP, A Shop By Lea

Hello, agan-agan dan sista-sista.
Kesempatan kali ini 99 Shop akan menawarkan barang-barang yang kami jual. Barang-barang yang dijamin selalu dicari banyak orang dan barang-barang dengan kualitas dan harga oke juga.
Dan inilah barang-barang yang kami jual ;)

 VARSITY (BASEBALL JACKET)


COLOR     : Available in many colors
SIZE          : M-XXL
PRICE       : Rp. 85.000,-

RAGLAN AND HOODIE 

RAGLAN
COLOR     : Available in many colors
SIZE          : M-XL
PRICE       : Rp. 55.000,-

HOODIE JUMPER
COLOR    : Available in many colors
SIZE         : M-XXL
PRICE      : Rp. 75.000,-

HOODIE ZIPPER
COLOR    : Available in many colors
SIZE         : M-XXL
PRICE      : Rp. 85.000,-

CHINO PANTS


MERK     : April77, Dickies, Zara
COLOR   : Available in many colors
SIZE        : 28, 30, 32, 34
PRICE     : RP. 145.000,-

BOYS SHOES


MERK     : Blackmaster, Moofeat
COLOR   : Available in many colors
SIZE        : 40-44 
PRICE     : Rp. 170.000,-

SKIRT


Pencil Skirt, Long Reverse Bandage Skirt
COLOR   : Tosca, red, black, navy (hitam tidak dijual ecer)
PRICE     : Rp. 70.000,-

Original Bandage Skirt, Reverse Bandage Skirt
COLOR   : Tosca, red, black, navy (hitam tidak dijual ecer)
PRICE     : Rp. 60.000,-

Hicon/Chiffon Skirt
COLOR   : Blue, yellow, tosca, pink, creme
PRICE     : Rp. 60.000,-

HAIRCLIP


TYPE       : Curly and straight
COLOR   : Black, dark brown, light brown
PRICE     : Rp. 155.000,-


*********************************************************************************

And you just can trust us, because we are a trusted online shop :)













*********************************************************************************

MINAT?
CONTACT PERSON:
228dcc79 ( Milka Lea)
087889333998
@99_shopbylea







Monday, February 4, 2013

FAVORITE ACCESSORIES

Hi guys!
I'm so excited because I'm finally back for updating my blog. Today, I want to share some photos of my favorite accessories. They are not really much, but they are my favorite ones. Let's check it out!

These are some pictures of  the miscellaneous collection of my favorite bracelets.
There are knitting bracelets, peace bracelets, marbles bracelets, chain bracelets, stud-suede bracelets and bangle.





These are some pictures of  the miscellaneous collection of my favorite earrings.
There are feather earring, pearl earring, ribbon earring.









And for the necklace, I only have one favorite necklace. Actually I have some necklaces, but I couldn't find them.



And this is the last picture of my favorite headbands!
There are marble headband, chain-suede headband, headband, knitting headband.



Loves,
Lea.


Wednesday, January 16, 2013

Ketulusan


Hi, this is me Lea again. Today, I want to tell you guys a story that doesn’t have any purpose to disfigure others. And for this time, I’m gonna speak in Indonesian.


Kisah ini adalah kisah nyata.
Kisah yang sanggup mengusik hati nuraniku.
Kisah yang merupakan salah satu kenyataan pahit dalam hidup,
namun memberikan suatu nilai berharga.
Kisah ini kisah yang mengajarkanku tentang ketulusan.

“Dia hidup dalam suatu pengabdian, dibawah kepahitan dan dijalani oleh ketulusan.”

Sebut saja namanya X. Usianya sudah lanjut, namun semangatnya tak pernah patah dalam menjalani tugasnya sehari-hari. Ia adalah guru. Ia mengajar di sebuah sekolah swasta di kota Y sebagai guru suatu mata pelajaran.
Bisa dibilang, mata pelajaran yang ia ajar adalah mata pelajaran yang tidak mendapat tanggapan cukup baik dari kebanyakan siswa-siswi di sekolah tersebut. Mungkin sebagian siswa-siswi disana berpikir bahwa mata pelajaran yang diajarkannya tidak berguna untuk mereka. Maka itu, timbul segala bentuk ketidakpedulian di setiap kelasnya.
Setiap hari, dengan tekun, ia berangkat ke sekolah untuk mengajar. Ia tidak naik mobil, ataupun motor. Ia mengendarai sepedanya. Panas terik, dinginnya hujan, tidak pernah meredupkan semangatnya untuk mengajar siswa-siswi di sekolah.

Dan dari situ, kisah yang mengusik hati nuraniku dimulai…

Hari itu, di kota Y, hujan turun cukup deras sejak pagi hari. Memang, saat itu adalah musim hujan. Beberapa siswa tampak datang terlambat dan kehujanan. Namun, aku melihat sebagian besar di kelasku sudah datang dan tidak kehujanan. Hari itu pun, kita sudah siap belajar.

Aku yakin, sebagian besar dari siswa-siswi di kelasku merasakan hal yang sama. Kebebasan. Kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan dari belajar, karena pada jam ketiga sampai keempat kelas akan diajar oleh X. Dimana kegiatan belajar tidak akan berjalan sebagaimana layaknya kegiatan belajar pelajaran lainnya.

Setelah dua jam pelajaran berlalu, hujan masih saja turun. Setelah guru jam pertama dan kedua keluar dari kelas, kelas langsung ramai. Hal itu memang terjadi di setiap pergantian pelajaran. Tapi tidak dipergantian pelajaran ini, selain kelas mendadak ramai, banyak anak yang keluar dari kelas. Tiba-tiba dari pintu kelas yang terbuka, masuklah X dengan jas hujan yang setengah terlipat, ditangannya.

Ia masuk perlahan, karena memang usianya sudah lanjut, ia berjalan tidak secepat guru-guru muda lainnya. Ia masuk, lalu duduk dan melipat jas hujannya. Anak-anak di dalam kelas masih dengan kesibukannya masing-masing dan tidak begitu menghiraukan kedatangannya.

Selesai melipat, ia menyapa kami dan mengajak kami untuk ulangan. Beberapa menolak dengan alasan tertentu. Dia terdiam dan kemudian kami semua kembali dengan kesibukan kami masing-masing. Untuk waktu yang cukup lama, ia terdiam dan memperhatikan kami semua. Tidak ada kemarahan dalam tatapannya. Ia hanya memandangi kami, lalu ia mengambil kacamatanya dan mulai menulis sesuatu di kertasnya.

Satu jam berlalu dan dengan begitu saja, kami keluar dari kelas untuk beristirahat. Dia juga turut keluar. Selesai istirahat, kami kembali ke kelas dan hal itu tidak merubah keadaan. Kelas masih dipenuhi anak-anak yang  kembali sibuk dengan aktifitasnya masing-masing.

Tibat-tiba, salah seorang teman dekatku bermaksud ingin menanyakan suatu yang berhubungan dengan pelajaran pada X. Kami berdua maju, ia tampak sangat antusias. Ia mengenakan kembali kacamatanya dan menanggapi pertanyaan kami. Begitu kami selesai dengan keperluan kami, kami bermaksud untuk kembali ke tempat duduk kami. Kami tidak tahu apa lagi yang dapat kami tanyakan padanya, namun wajahnya sarat akan pengharapan.

Akhirnya kami kembali ke tempat duduk kami. Beberapa menit berlalu dan keadaan  di kelas tidak berubah. Di tengah “kesibukan” kami, ia memandang kami satu persatu, berusaha mencari celah yang dapat ia masuki untuk mengajar kami. Akhirnya matanya bertemu dengan mataku, yang kebetulan, saat itu sedang melihat ke arahnya. Ia melontarkan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan pelajarannya.

Saat itu aku tidak mengerti apa yang dia tanyakan, jadi aku jawab seadanya sambil tersenyum-senyum. Ia lalu terdiam sebentar dan tak lama, ia melihat ke arahku lagi dan memberikan tanggapan tentang jawabanku. Ia tidak menyinggung kesalahanku. Ia masih berusaha untuk mengajakku bicara.

Keadaan kelas yang ribut dan aku yang berbicara cukup keras untuk menjawab pertanyaannya, membuat posisiku tidak nyaman. Akhirnya aku perlahan menunduk dan tersenyum canggung. Sekilas kulihat kekecewaan dimatanya.  Namun ia tetap sembunyikan dengan senyumnya. Matanya kembali mencari, berusaha mencari celah untuknya dapat masuk. Aku berusaha menutup mata dan tidak melihat apa yang terjadi saat ini, aku berusaha menulikan telinga, menganggap aku tidak sedang berada di kelas saat itu. Mengingat kenyataan bahwa aku tidak bisa berbuat apapun.

Waktu terus berjalan, tak terasa mendekati pergantian pelajaran lagi. Tiba-tiba saja, ia bangkit berdiri dan menulis di papan tulis. Ia menerangkan bahwa apa yang ia tulis akan keluar saat test semester nanti. Dan saat itu, tidak ada yang mencatat dan bahkan menyadarinya menulis itu. kecuali beberapa siswi yang tampak maju dengan buku mereka dan mulai mencatat.

Akhirnya, bel pergantian pelajaran pun berbunyi. Kami tetap sibuk dengan kegiatan kami masing-masing. Tanpa berkata apapun, ia berjalan perlahan meninggalkan kelas dan aku rasa, tidak banyak yang menyadari hal itu. Kecuali kedua orang temanku, mereka yang melihat itu langsung meneriakkan terima kasih padanya. X menoleh dan tersenyum, sebelum akhirnya berlalu meninggalkan kelas. Senyumnya adalah senyum terima kasih.

Aku yang baru menyadari hal itu, langsung berlari ke arah pintu kelas. Aku melihat ia sedang mengenakan kembali jas hujannya, karena saat itu masih hujan. Banyak siswa-siswi kelas lain sedang berlalu lalang, namun tak satupun menyapanya. Semua berlalu begitu saja. Dari ambang pintu, aku berteriak, “Terima kasih pak! Hati-hati ya!” kataku dengan perasaan aneh yang berkecamuk di dada.

Ia menoleh dan tersenyum sekali lagi. Tidak ada kemarahan dalam tatapannya. Malahan, sebuah senyum terima kasih. Ia berlalu menuju parkiran. Dari jauh, kami melihat ia mulai mengayuh sepedanya dan menerjang hujan. Dan saat itu aku berpadangan dengan temanku, lalu air mata menuruni pipi kami masing-masing.


Dia hidup dalam suatu pengabdian.
Tak peduli berapa usianya, berapa besar kemampuan dan usaha yang dapat ia lakukan, ia tetap mengabdi pada tugasnya.
Di bawah kepahitan.
Diremehkan. Tidak diacuhkan. Tidak dihormati. Bahkan dianggap tidak ada. Pernahkah kalian membayangkan bila hal itu menimpa kalian? Bukankah itu hal yang pahit? Dan bila kalian mengalami hal itu, mungkin kalian memilih untuk tidak keluar rumah.
Dijalani dengan ketulusan.
Mungkin kedatangannya setiap hari ke sekolah merupakan hal biasa. Tapi tahukah kalian, bahwa hanya orang yang kuat hatinya dan memiliki ketulusan hati tetap menjalani kehidupannya? Walau mungkin menerima perlakuan yang tidak sepantasnya dari lingkungannya.


Sejak air mataku turun begitu saja, aku mulai menyelami perasaan aneh yang sedari tadi berkecamuk dalam diriku. Aku memang seorang melankolis, tapi tidak, tidak pernah aku menangis untuk seorang guru. Apalagi seorang yang tidak begitu aku kenal. Selama ini, hubunganku dengan guru adalah sebatas pengajar dan murid yang diajar.

Namun saat itu, aku merasa aku tidak bisa selamanya menutup mata. Dihadapanku ada seseorang yang sedang mengalami “pembunuhan karakter”. Walaupun senyumnya, semangatnya mengatakan hal yang berlawanan, namun sesungguhnya hatinya terluka. Tetapi ia bertahan dan bahkan mungkin melupakan sakit hatinya. Karena sampai detik ini, ia masih terus hadir dan berusaha membagi ilmunya. Walau mungkin hati nuraninya sadar bahwa keberadaannya disini tidak dihiraukan dan bahkan dilupakan. Walau mungkin hati nuraninya sadar, ia bukan siapa-siapa dan tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki keadaan.

Aku sadar, aku pernah tidak menghiraukannya.
Namun sejak kejadian hari itu, hati nuraniku benar-benar terusik.
Aku bersyukur, aku masih diingatkan oleh Tuhan.
Aku masih diberi kesempatan untuk menghargai orang lain.
Mungkin aku tidak bisa berbuat banyak,
tapi aku masih bisa menjadi seorang yang peduli dan menghargainya,
di dalam segala kekuranganku sebagai seorang manusia.

Mungkin ia memiliki kekurangan yang banyak dicela orang.
Tapi tidak tahukah kalian?
Ia memiliki ketulusan dan kesabaran yang (mungkin) kalian belum miliki.



Loves,
Lea.

Sunday, January 6, 2013

6 Styles Which I love

January, 6th 2013

Hi!
This is me Lea again. And today, I'm so excited that I'm going to post another blog regarding myself which will be illustrated in a mixed photo contains 6 styles of mine. AND HERE THE PHOTO IS!


I don't know whether they all can be identified as different styles, since they all look so girly and feminine (?) well, at least they still have some differences which show me in different ways.

What I Wear: navy blue-striped t-shirt, red skirt, black belt.
I think that casual style with two eye catching-different colors doesn't look that excessive for any non-formal occasion, but otherwise looks cute and brave. And for this style, I named it Audacious Casual Style (HAHAHA, OKAY MILKA...).



What I Wear: soft black knitted cardi, navy blue lace tank top, navy blue skirt, medium brown belt.
I love collecting tank tops as I love collecting cardigans or outers. I feel like cardigan fits on my body perfectly. Cardigan-tanktop-skirt is one perfect match since they can be worn in every non-formal till some formal occasions (depends on what you have and how you choose and mix them). And you will never never be fallacious for wearing cardigan-tanktop-skirt all at once.
And for this style, I named it Lovely Style (don't judge, they help me in any occasion, aren't they just lovely?).

What I Wear: patrician blue jeans shirt, navy blue skirt, medium brown belt.
Actually, the jeans shirt is a bit oversize and does it create a boyish style? For me, it does. But the navy blue skirt still gives a girly touch. But amazingly, they look so perfect for being worn together. They just look really cute (read: me).
And for this style, I named it Boyish-Girlish Style (this proves that boy and girl are made to be together, :'>).




What I Wear: light blue jeans jacket, dress, light brown belt.
I guess, this style almost has a same combination with the previous style of mine. But the difference goes to the type of clothes I wear. And jacket jeans is one of my most-favorite item. Beside cardigan, it matches with a lot of tops and tank tops for any season, etc.
And for this style, I named it Jeans Touches The Girly Style (...sounds quite good).





What I Wear: shocking-orange top, black bandage skirt.
I love shocking colors! And the top is just so cute with shocking-orange color and peplum cutting. Shocking colors are eye-catching (read: I love being taken notice of) and they always have their enchantment for every shocking-colors lovers!
And for this style, I named it Shocking On Me Style (AREN'T I JUST SMART??).






What I Wear: medium khaki layer blazer, Indonesia batik, goldenrod skirt, red belt.
My country, Indonesia, produces good batik with good pattern (my top). I love batik and I have some collections of them. This time I try to mix my batik with a layer blazer and a skirt with a red belt on it. Each of them has different pattern, material, color but they can create a really good-pretty look.
And for this style, I named it The Collaboration of Batik and My Layer Blazer and My Red Belt and My Goldenrod Skirt Style (HAHAHA, I AM A SO GOOD AT NAMING )




Guys, Gals, thank you so much for reading my blog! Hope this inspire you! Have a nice day, xoxo.

Lovesss,
Lea.

Saturday, January 5, 2013

BETTER LATE THAN NEVER

January, 5th 2013.

Hi!
Actually, making a blog and posting anything good, have always been in my plan but they hadn't come true until today. AND FINALLY...I MADE ONE.
I know this is way too late since there are so many bloggers who have good ability of blogging. But as what this blog's title is, it's better late than never! AND FINALLY...I MADE ONE.

Before all these-writing-posting-things started, I want you all to know that I love writing and sharing anything good so much! Writing is my passion and I want to entirely write what I want to write. But before, I want to notify that my native language is not English, but Indonesian. So, I'm gonna blog in two mixed languages.

And then, I'm sorry for any upcoming-dissatisfaction (but I hope there won't be one) to every blogger that sees my blog.

I guess it was what I could say before these-writing-posting-things started.

Anyway, I wish you merry Christmas 2012 for those who celebrate and,
happy new year 2013 for all of us who surely celebrate.


Love,
Milka Lea.